Pengolahan Limbah Padat
“Di Jatirejoyoso 04/01 Kepanjen (Malang)”
Disusun Oleh :
Faradilla Fahira / 27 / XI D
Hanifa Mita / 32 / XI D
Jusniar Putri / 35 / XI D
Kiki Herawatik / 36 / XI D
SMK PUTRA INDONESIA MALANG
BAB I
A. Latar Belakang
Desa
Jatireyoso 04/01 Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Indonesia tempat pengempulan
samapah masyarakat. Pada desa Jatireyoso hanya terdapat smapah plastik, kertas,
bahan-bahan an organik. Pada limbah masyarakat dikelompokkan sesuai dengan
karakteristik limbah, seperti : mudah terbakar, sukar terbakar, dan dapat di
daur ulang.
BAB II
A. Tinjauan Pustaka
Limbah atau sampah yaitu
limbah atau kotoran yang dihasilkan karena pembuangansampah atau zat kimia dari
pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti
dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi
sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar.
Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna
dan dibuang oleh kebanyakan orang,mereka menganggapnya sebagai sesuatu
yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lamamaka akan menyebabkan
penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisamenjadikan
sampah ini menjadi benda ekonomis.
Limbah padat adalah
hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur atau bubur yang berasal
dari suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan industri
dandomestik. Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga,
limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian
serta dari tempat-tempatumum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu,
kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca,organik, bakteri, kulit
telur, dll. Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti
pabrik gula, pulp,kertas, rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah,
ikan, atau daging.
Secara garis besar
limbah padat terdiri dari :
1) Limbah padat yang
mudah terbakar.
2) Limbah padat yang
sukar terbakar.
3) Limbah padat yang
mudah membusuk.
4) Limbah yang dapat di
daur ulang.
5) Limbah radioaktif.
6) Bongkaran bangunan.
7) Lumpur.
DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH PADAT
Limbah pasti akan
berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahanyang baik dan
benar, dengan adanya limbah padat didalam linkungan hidup maka dapatmenimbulkan
pencemaran seperti :
1) Timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida
(H2S), amoniak (NH3), methan (CH4), C02 dansebagainya. Gas ini akan timbul
jika limbah padat ditimbun dan membusuk dikarena adanyamikroorganisme. Adanya musim
hujan dan kemarau, terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri
penghancur dalam suasana aerob/anaerob.
2) Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam
sampah yang ditumpuk, akan terjadireaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan
methane yang jika melebihi NAB ( Nilai Ambang Batas)akan merugikan
manusia. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing.
3) Penurunan kualitas air, karena limbah padat
biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah.
Maka akan dapat menyebabkan air menjadikeruh dan rasa dari air pun
berubah.
4) Kerusakan permukaan tanah.Dari sebagian dampak-dampak
limbah padat diatas, ada beberapa dampak limbah yang lainnya yang ditinjau
dari aspek yang berbeda secara umum. Dampak imbah secaraumum di tinjau
dari dampak terhadap kesehatan dan terhadap lingkungan adalah
sebagai berikut :
Dampak Terhadap Kesehatan :
Dampaknya yaitu dapat
menyebabkan atau menimbulkan panyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan adalah sebagai berikut:a) Penyakit diare dan tikus, penyakit
ini terjadi karena virus yang berasaldari sampah dengan pengelolaan yang
tidak tepat. b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap.
Dampak Terhadap Lingkungan :
Cairan dari limbah –
limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehinggamengandung
virus-virus penyakit. Berbagai ikan dapat matisehingga mungkin lama kelamaan
akan punah. Tidak jarang manusia jugamengkonsumsi atau menggunakan air untuk
kegiatan sehari-hari, sehinggamenusia akan terkena dampak limbah baik
secara langsung maupun tidak langsung. Selain mencemari, air lingkungan
juga menimbulkan banjir karena banyak orang-orang yang membuang limbah
rumah tanggake sungai,sehingga pintu air mampet dan pada waktu musim hujan
air tidak dapatmengalir dan air naik menggenangi rumah-rumah penduduk, sehingga
dapatmeresahkan para penduduk.
PENGOLAHAN LIMBAH PADAT
Pengolahan limbah padat
dapat dilakukan dengan berbagai cara yangtentunya dapat menjadikan limbah
tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupunkesehatan. Menurut
sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara
yaitu pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan
limbah padat dengan pengolahan.*Limbah padat tanpa pengolahan : Limbah
padat yang tidak mengandungunsur kimia yang beracun dan berbahaya dapat
langsung dibuang ke tempat tertentu sebagaiTPA (Tempat Pembuangan
Akhir ).
*Limbah padat dengan
pengolahan : Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun
dan berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat
tertentu. Pengolahan limbah juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sedehana
lainnya misalnya, dengan caramendaur ulang, Dijual kepasar loakatau tukang
rongsokan yang biasa lewat di depan rumah – rumah. Cara ini bisa
menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan apa-apa sehingga
bisamenjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang. Dapat juga dijual
kepada tetanggakita yang menjadi tukang loak ataupun pemulung. Barang-barang
yang dapat dijual antara lainkertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas,
botol bekas, ban bekas, radio tua, TV tua dansepeda yang usang.
Dapat juga dengan cara pembakaran. Cara ini
adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan
usaha keras. Cara ini bisa dilakukan dengancara membakar limbah-limbah padat
misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan
apinya. Kelebihan cara membakar ini adalah mudah dan tidak membutuhkan
usaha keras, membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dan dapatdigunakan
sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap air panas, listrik dan
pencairan logam.
Faktor – faktor yang
perlu kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat tersebut adalah
sebagai berikut :
1.
Jumlah Limbah
2.
Sifat fisik dan kimia limbah
3.
Kemungkinan
pencemaran dan kerusakan lingkungan.
4.
Tujuan akhir dari pengolahan
PROSES
PENGOLAHAN LIMBAH PADAT
Dalam memproses
pengolahan limbah padat terdapat empat proses yaitu pemisahan, penyusunan
ukuran, pengomposan, dan pembuangan limbah.1. PemisahanKarena limbah padat
terdiri dari ukuran yang berbedan dan kandungan bahan yang berbeda jugamaka
harus dipisahkan terlebih dahulu, supaya peralatan pengolahan menjadi
awet.
Sistem pemisahan ada
tiga yaitu diantaranya :
Sistem
Balistik
Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan
keseragamanukuran / berat / volume.
Sistem Gravitasi
.Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya
berat misalnya barang yang ringan / terapung dan barang yang berat
/ tenggelam.
Sistem Magnetis.
Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat
magnet yang bersifat agnet, akan langsung menempel. Misalnya untuk
memisahkan campuran logam dan non logam.
2). Penyusunan
UkuranPenyusunan ukuran dilakukan untuk memperoleh ukuran yang lebih
kecilagar pengolahannya menjadi mudah.
3). PengomposanPengomposan
dilakukan terhadap buangan / limbah yang mudah membusuk,sampah kota,
buangan atau kotoran hewan ataupun juga pada lumpur pabrik.Supaya hasil
pengomposan baik, limbah padat harus dipisahkan dan disamakan ukurannya
atauvolumenya.
4). Pembuangan LimbahProses
akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yangdibagi menjadi
dua yaitu :
a.
Pembuangan Di LautPembuangan limbah padat
di laut, tidak boleh dilakukan pada sembarangtempat dan perlu diketahui bahwa
tidak semua limbah padat dapatdibuang ke laut. Hal ini disebabkan :
1. Laut sebagai tempat mencari ikan bagi nelayan.
2. Laut sebagai tempat rekreasi dan lalu lintas
kapal.
3. Laut menjadi dangkal.
4. Limbah padat yang mengandung senyawa kimia beracun
dan berbahaya dapat membunuh biota laut.
b. Pembuangan Di Darat Atau TanahUntuk pembuangan di darat perlu dilakukan
pemilihan lokasi yang harusdipertimbangkan sebagai berikut :
1. Pengaruh iklim, temperatur dan angin.
2. Struktur tanah.
3. Jaraknya jauh dengan permukiman.
4. Pengaruh terhadat sumber lain, perkebunan,
perikanan, peternakan, flora atau fauna. Pilih lokasi yang benar-benar
tidak ekonomis lagi untuk kepentingan apapun.
BAB III
A. Pengamatan
|
Klasifikasi
|
Keterangan
|
|
Padat
mudah terbakar
|
Kertas dan plastik
|
|
Padat
sukar terbakar
|
Paku, dll
|
|
Padat
mudah membusuk
|
Tidak ada
|
|
Padat
berupa debu
|
Pasir, tanah, dll
|
|
Padat
berupa lumpur
|
Tidak ada
|
|
Padat
Radioaktif
|
Tidak ada
|
|
Padat
dapat didaur ulang
|
Kertas, plastik
|
|
Padat
bongkahan bangunan
|
Tidak ada
|
|
Padat
menimbulkan penyakit
|
Tidak ada
|
Yang diamati di
daerah Jatireyoso 04/01 Kepanjen, Malang limbah berupa : kertas, plastik, botol
plastik, paku, dll
BAB IV
PEMBAHASAN
Dalam pengolahan limbah yang diamati memakai tahap limbah
padat yang tak dapat ditimbun. Karena memakai metode insinerasi. Insinerasi
adalah metode pengolahan sampah
dengan cara membakar sampah pada suatu tungku pembakaran.Teknologi insinerasi
merupakan teknologi yang mengkonversi materi padat menjadi materi gas (gas
buang), serta materi padatan yang sulit terbakar, yaitu abu (bottom ash) dan
debu (fly ash). Panas yang dihasilkan dari proses insinerasi juga
dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi suatu materi menjadi materi lain dan
energi, misalnya untuk pembangkitan listrik dan air panas. Di beberapa negara
maju, teknologi insinerasi sudah diterapkan dengan kapasitas besar (skala
kota).
BAB V
KESIMPULAN
Pada dasrnya limbah adalah sejenis kotoran yang
berasal dari pembuangan dan itu mengakibatkan dampak bagi lingkungan di
sekitar, tapi sekarang banyak ditemukan cara atau solusi untuk menangani
limbah. Salah satu diantaranya adalah dengan didaur ulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar